Pandemi Covid 19 menjadikan banyakanya tatanan kehidupan serta aspek
budaya yang berubah mulai dari perilaku keseharian, kesadaran tingkat tinggi
akan sebuah kebersihan, hingga perubahan pola aktivitas yang lebih banyak
dilakukan dirumah secara online. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) misalanya,
saat ini kita bisa melihat bagaimana sistem Pendidikan bukan hanya diindonesia
melainkan seluruh dunia bergeser, yang dulunya pembelajaran dilakukan secara
langsung dalam kelas saat ini hamper segala kegiatan pembelajar dilakukan
secara media online seperti Gmeets dan ZOOM sebagai bentuk pencegahan peyebaran
Covid 19. Artikel ini akan berisi tentang hasil analisis penulis dalam
menanggapai fakta serta cerita yang terjadi pada pembelajar secara online.
Semakin lama waktu berlalu bahwa pembelajar via Online telah dilakukan
lebih dari 1 tahun lamanya, tentu hal ini tak luput menuai pro Kontra seperti banyaknya
mahasiswa mulai mengeluh proses perkuliahan yang dilakukan secara daring,
seperti adanya kebosanan dengan sistem ini, banyaknya tugas yang secara
berlebihan diberikan dosen, dan adanya kerinduan rasa ingin bertemu dengan
kawan lainnya serta ingin sekali rasanya kuliah tatap muka yang menurut mereka
sangat membantu dalam memahami ilmu secara efektif.
“Saat ini kita
tengah masuk ke minggu final kan ya, mungkin kalau pembelajaran secara offline
kan ya finalnya bisa secara langsung cuman ini karna online susahnya ya begitu
kebanyakan diberikan tugas besar dari seluruh MK jadi kayak berat dirasa
apabila dalam 1 atau 2 minggu ditekan dengan tugas tugas besar“ Keluh salah
satu Mahasiswa Universitas Tadulako.
Adapula yang
berkomentar seperti ini
“kadang
jaringan dikota saja tidak baik apalagi kita yang dikampung ini kasian kalau
sudah hujan kayak jelek dan jaringan, jadi kalau mau ikut pembelajaran via Zoom
atau Gmeets itu biasa terkeluar sendiri karna jelek jaringan” Keluh kesah satu
Mahasiswa Universitas Tadulako.
Memang
nyatanya pembelajaran secara langsung lebih baik dari segala aspek namun
Kembali lagi keadaan lah yang membuat kita melakukan serangkaian proses seperti
ini dan yang perlu kita lakukan hanyalah menerima serta melakukan yang terbaik.
Pada akhirnya pemerintah pun telah mengeluarkan beberapa keputusan guna
membantu proses pembelajar agar semakin efektif seperti pembagian Kuota Gratis
hingga bantuan KIP bagi yang tidak Mampu.
Gambar diatas merupakan bukti bagaimana pemerintah peduli atas musibah yang kita alami Bersama yaitu dengan pemberian Kuota gratis yang bantuan tersebut benar benar dirasa dampaknya bagi Mahasiswa mengingat pembelajar secara online seperti Zoom dan gmeet memakan banyak kuota sehingga bantuan ini benar benar sangat berguna sebagai mana mestinya.
Berbagai macam bantuan yang dikeluarkan Kemendikbud bukan hanya kuota Gratis melainkan pemerintah sadar efek dari Pandemi ini banyak keluarga yang mengalami kesulitas secara finansial, Maka dari itu pemerintah pun memberikan bantuan bagi yang terdampak finansial akibak pandemic berupa pemotongan UKT hingga pembebasan UKT secara full 1 semester. Mahasiswa Universitas Tadulako salah satunya yang menerima bantuan ini, melalui data yang saya dapatkan dalam Folder PDF B-fisip Ukt Covid 2020 bahwa sebanyak 391 orang Khususnya diFISIP yang menerima bantuan tersebut, yang sedikit diantara nama penerima tersebut kita lampirkan dalam foto yang ada dibawah ini :
“saya sangat
bersyukur dapat bantuan KIP ini karna memang keadaan financial pasca covid
menjadikan orang tuaku agak susah membayar UKTku dan denga adanya bantuan ini
sangat membantu keluargaku juga dan” ucap salah satu penerima Bantuan KIP
Tentu bantuan ini benar benar efektif kepada mereka yang membutuhkan
mengingat feek pandemic yang menjadikan banyaknya ekonomi keluarga yang
terdampak yang salah satunya adanya PHK massal diberbagai macam perusahaan,
Adapun mahasiswa lain yang mengatakan :
“Dari awal
keluar surat keputusan Rektor soal bantuan ini langsung cepat cepat dam saya
urus memang karna segala berkasnya juga tidak terlalu susah jadi saya urus
sudah dan syukurnya bisa lolos bahkan hingga 2 semester dapat bantuan KIP ini
dan” Ucap salah satu penerima bantuan
Kemudian Mengacu pada bantuan yang baru saja dikeluarkan oleh Bapak
Nadiem Makarim tentang Merdeka Belajar Episode Kesembilan: KIP Kuliah. Ia
mengatakan bahwa penerima KIP pada Angkatan 2021 akan lebih diuntungkan karna
adanya penambahan anggaran KIP kuliah yang sebelumnnya sebesar Rp 1,3 Triliun
meningkat menjadi Rp. 2,5 trilius, hal ini bisa jadi meningkatnya pemberian
uang saku tunai bagi penerima KIP yang sebelumnnya sebanyak Rp. 750.000 untuk
sebulan makan bisa saja naik lebih dari pada itu hingga Rp 1 juta rupiah setiap
bulannya.
Berita baiknya terkait perkembangan Pandemi ini yaitu telah ditemukannya Vaksin yang siap dirterima oleh tubuh manusia dan untuk saat ini telah didistribusikan secara berkala dan menyeluruh diseluruh Indonesia, sebagaimana berita baiknya adalah tentunya dengan adanya proses vaksinasi akan membuat semakin cepat keadaan pulih seperti semula salah satu contohnya yaitu proses belajar mengajar dapat Kembali dilakukan secara langsung.
Hingga saat ini tengah
berlangsungnya proses vaksinasi bagi tenaga pengajar seperti guru serta dosen
yang kemudian akan diikuti oleh mahasiswa guna sebagai Langkah pencegahan
penularan virus corona, sebagaimana yang dikata oleh Sekretaris
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani,
mengatakan vaksinasi
corona untuk mahasiswa dan
dosen akan berlangsung pada Maret sampai Juni mendatang kemudian dilanjut
belaiu mengatakan :
“Sesuai dengan arahan Pak
Presiden, Mas Menteri menyiapkan PTM (pembelajaran tatap muka) bulan Juli
dengan tetap mematuhi dengan Ketat 5 M. Sehingga akan ada waktu transisi PTM
dengan protokol 5M," kata oleh Sekretaris Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani.
Maka dari itu, selama diberlangsungkannya proses vaksinasi yang menjadi harapan kita adalah proses vaksinasi berjalan dengan baik dan lancar serta tak adanya hal hal yang menjadi kendalan dalam setiap prosesnya sebab dari sinilah yang menjadi Langkah awal kita untuk kembali ke kehidupan yang sebelumnnya yang penuh dengan sosialisasi tanpa batas.








Komentar
Posting Komentar