Kota palu, Sulawesi tengah. Kota dengan luas wilayah mecapai 395.06 KM Persegi memiliki banyak cerita, mulai dari suku kebanggaan Kaili hingga salah satu peristiwa yang mengguncang Indonesia. Ya, 28 September 2018 waktu dimana kota palu dilanda gempa berkekuatan 7,8 skala Richter yang diikuti tsunami serta likuifaksi diberbagai lokasi.
Tentu sebagaimana
dampak yang luar biasa dialami kota palu dan sekitarnya memberikan efek yang
masih terngiang ngiang hingga hari ini, seperti trauma mendalam hingga puing
puing reruntuhan yang masih menjadi saksi bisu dari keganasan bencana alam pada
waktu itu.
Artikel ini akan berisikan tentang dampak disepanjangan pesisiran pantai akibat tsunami pada 2018 lalu. Akibat dari tsunami pada waktu itu bukan hanya memberikan luka hingga banyaknya korban melainkan meluluh lantakkan seluruh bangunan disepanjang pantai kota palu
Foto diatas merupakan bangunan serta puing puing yang rusak akibat tsunami yang mana hingga kini bangunan bangunan tersebut masih terbengkalai tanpa adanya pemerataan atau dihancurkannya bangunanan. tentu ini menjadi pemandangan yang kurang baik bagi sekitaran pantai kota palu khususnya dipesisiran pantai, sebagaimana kota kota pada umumnya, pinggiran pantai pada kota biasanya dijadikan destinasi wisata dalam kota, pantai yang bersih dan indah menjadi salah satu bukti bagaimana kota tersebut dibangun dengan secara baik dan merata.
Sehingga hal hal seperti inilah yang menjadi harapan banyak warga kota palu, dengan harapan semoga pemerintah kota palu sudah mulai 'beres beres' membersihkan bekas puing puing tsunami dan kemudian mulai membangun destinasi wisata dalam kota. maka dari itu Marilah kita berharap semoga keadaan pesisir pantai yang masih belum dilakukan perubahan semakin cepat diperbaiki hingga diperlayak sebagai bentuk keindahan kota palu kedepannya.



Komentar
Posting Komentar