Trend Investasi saham begitu naik selama pandemi covid 19 yang terjadi telah lebih dari 1 tahun yang lalu diseluruh dunia, akibat tingginya antusias dari investasi saham tak lepas dari pandemi covid 19 itu sendiri yang menyebabkan invest saham yang begitu mudah diakses melalui smartphone, lantas kita bertanya apakah investasi saham semudah memberikan cuan seperti mudahnya mengaksesnya melalui smartphone ? atau bahkan mampu memberikan 'Senjata makan tuan' bagi mereka yang hanya ingin merasakan cuan dengan waktu yang cepat. maka dalam artikel ini kita akan membahas sedikit tentang invest saham apakah cuan atau malah memberikan kecelakaan bagi investornya ?
Aplikasi pendukung investasi saham saat ini begitu mudah didapatkan seperti Bareksa, Tanamduit, Bibit, dan Ajaib yang tersedia secara gratis diplay store sebagai media invest saham bagi investor pemula, yang mana kita hanya mengalokasikan dana kita kepada aplikasi tersebut yang nantinya akan dikelola oleh orang profesional untuk mendapatkan cuan. namun kalau hanya seperti begitu mudah bukan ? investasi saham bukanlah hal yang dapat dipelajari selama semalam sebab harus memiliki ilmu dasar tentang invest saham yang benar, harus mengerti dengan fundamental perusahaan serta rekam jejak dari perusahaan yang ingin kita beli sahamnya guna mengarangi kerugian.
![]() |
| Bareksa - Tanamduit - Ajaib - Bibit |
Dibalik dari paragraf sebelumnnya pun invest saham dibagi
lagi menjadi dua yaitu Investasi atau Trading, nah apasih yang membedakan dari
dua hal ini ? kalau invest saham kita diberikan kesempatan untuk invest 1x
senilai harga saham atau dicicil setiap bulannya yang mana total pembelian
investasi saham tersebut yang akan memberikan pembagian deviden atau cuan
kepada investor yang dilakukan sekali setiap setahunnya, namun untuk trading
adalah sama pembelian saham yang dilakukan tetapi dengan cara melihat pasar
dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan cara kerja contoh apabila kita melihat
hari ini pasar Saham BBCA turun dari harga 33K menjadi 30K per lembar adalah
hal yang menguntungkan untuk dibeli sahamnnya yang minimal pembelian saham
adalah 1 lot/100 lembar dan dari sinilah menjadi resiko dalam pembelian saham
ketika kita melihat besok atau seterusnya apabila harga saham kembali naik
contohnya menjadi 35k perlembar dan ketika kita jual kembali kita untung 5k
dari setiap lembarnya namun apabila saham semakin merosot menjadikan investor
semakin rugi dan uang yang mereka investasikan bakal ngiikut dalam perusahaan
sebagai bagian dari pemilik saham perusahaan.
Bagaimana cukup rumit bukan ? penulis sendiri pun hingga kini ingin sekali rasanya ikut terjun dalam trend saham ini, namun belum memiliki ilmu yang sepantasnya untuk terjun dalam ranah invest saham dan masih harus terus belajar untuk meningkatkan kepastian cuan yang lebih besar. saran penulis bagi yang ingin invest saham ialah sekali lagi perlunya ilmu dasar yang mempuni serta lakukan invest saham secara cicil/1x pembayaran dibandingkan trading yang memiliki resiko yang cukup besar, kemudian alokasikanlah uang invest sahammu pada perusahaan yang memiliki fundamental jelas sehingga mengurangi resiko kerugian pada invest, serta yang paling penting menurut penulis adalah cobalah membeli saham perusahaan pada barang barang yang sering kita gunakan seperti UNVR - Unilever (Aqua, lifeboy, sunligt) atau seperti TLKM - Telkom (penyedia jaringan).
Semangat para investor muda indonesia, semoga kelak kita bisa memiliki perusahaan sendiri dengan standar IPO dan Fundamental yang baik.



Komentar
Posting Komentar